Animal Science

Beranda » Daging » Perbedaan Otot dan Daging

Perbedaan Otot dan Daging

Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi (Wapedia, 2010). Otot semasa hidup ternak merupakan alat pergerakan tubuh yang tersusun atas unsur-unsur kimia C, H, dan O sehingga disebut sebagai energi kimia yang berfungsi sebagai energi mekanik (untuk pergerakan tubuh) ditandai dengan kemampuan berkontraksi dan berelaksasi. Jadi otot dapat dikatakan sebagai alat pergerakan mekanik pada mahluk hidup (manusia dan hewan) pada saat hidup.

Kelebihan karbohidrat yang berasal dari pakan yang dikonsumsi akan dirubah dalam tubuh ternak menjadi glikogen (pati hewan) yang akan disimpan di dalam hati dan otot. Glikogen ini akan dirombak menjadi asam laktat (anaerob) atau asam piruvat (aerob) dan akan menghasilkan ATP (adenosine tri fosfat). Pada otot ATP akan digunakan untuk proses kontraksi dan relaksasi sehingga memungkinkan ternak untuk bergerak atau beraktivitas. Dengan demikian otot strip (otot skelet/rangka tubuh) disebut sebagai alat pergerakan tubuh atau sebagai energi mekanik. Karena otot terdiri dari unsur-unsur kimia (C, H, O) maka disebut juga sebagai energi kimiawi. Pada saat ternak telah mengalami kematian maka otot yang semasa hidup ternak disebut sebagai energi mekanik dan energi kimiawi akan disebut sebagi energi kimiawi saja. Energi mekanik dari otot tersebut akan mengalami serangkain perubahan biokimia dan biofisik sampai terbentuk rigor mortis, ditandai dengan kekakuan otot (tidak flexible) hal ini disebut dengan proses konversi otot menjadi daging (Abustam, 2009).

Dari penjabaran di atas maka daging dapat didevinisikan sebagai kumpulan sejumlah otot yang berasal dari ternak yang sudah disembelih dan otot tersebut sudah mengalami perubahan biokimia dan biofisik sehingga otot yang semasa hidup ternak merupakan energi mekanis berubah menjadi energi kimiawi yang dikenal sebagai daging (pangan hewani) (Valacute, 2009). Kata otot dapat dipergunakan pada masa hidup ternak dan setelah mati tetapi kata daging selayaknya secara akademik dipergunakan setelah ternak mati dan otot telah berubah menjadi daging. Terjadi proses konversi dari otot menjadi daging sehingga sesaat setelah ternak disembelih seharusnya kata otot sebagai penyusun tubuh ternak masih digunakan sampai otot telah berubah menjadi daging ditandai dengan timbulnya kekakuan (kejang mayat) dan berangsur-angsur mengalami pengempukan pasaca kekakuan tersebut (Abustam, 2009).

Dengan perubahan energi mekanik (otot) menjadi energi kimiawi (C, H, O, asam amino, dll) pada daging, maka daging sangat berpotensi sebagai media untuk pertumbuhan mikroba karena memiliki zat-zat nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba (C, H, O, asam amino, dll). Oleh karena itu dibutuhkan penanganan pasca panen yang tepat pada daging, untuk mencegah kontaminasi dan cepatnya proses kerusakan oleh mikroorganisme.

Bahan bacaan

Abustam E. 2009. Konversi Otot Menjadi daging. CINNATA Modul II. [terhubung berkala]. http://cinnatalemien-eabustam.blogspot.com/2009/03/konversi-otot-menjadi-daging.html. [25 Okt 2010].

Valacute . 2009. [terhubung berkala]. http://valacute.wordpress.com/2009/06/11/ daging/. [25 Okt 2010].

Wapedia. 2010. Otot. [terhubung berkala]. http://wapedia.mobi/id/Otot. [25 Okt 2010].


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: